Tentunya ini bukan Penampahan Galungan pertama di Surabaya. Sepertinya sudah cukup lama,saya tidak merayakannya di Denpasar, berkumpul bersama keluarga, menikmati lawar, dan membuat penjor. Namun begitu, rangkaian Galungan kali ini benar-benar terasa istimewa walaupun tidak dirayakan di Denpasar karena inilah pertama kali keluarga kecil kami merayakannya dengan kehadiran si kecil berpipi tembem, Dhita :)
Dalam hati sebenarnya sangat mendambakan sekali kalau si kecil bisa diboyong buat merayakan Galungan bersama keluarga besar di Bali. Sudah kebayang aja dia bakal jadi "piala bergilir," tentunya bukan untuk diarak dan dimasukkan lemari, tapi ditimang-timang dan disayang-sayang. Sudah banyak keluarga yang bertanya kapan kira-kira si kecil bisa diajak pulang ke Bali, serempak dengan usul neneknya dulu bagaimana kalau si kecil tinggal di Bali aja. Tapi maaf ya kakek,nenek,om,tante,kakak.. Si kecil belum bisa merayakan Galungan dulu di Bali kali ini, namun rencana ke Bali bersama si kecil sepertinya akan terealisasi bulan April tahun ini bertepatan dengan rangkaian upacara ngaben kakeknya (ayah mertua) yang "kembali" bulan Nopember 2011 lalu.
Kembali ke bahasan Penampahan Galungan, dari pembacaan sekilas dari beberapa sumber, banyak yang memaknainya sebagai hari dimana kita sebagai manusia mengorbankan kemalasan kita yang disimbolkan dengan penyembelihan babi,ayam, dan sejenisnya sehingga diharapkan hal-hal yang menjadi sumber kemalasan,kebodohan kita dapat dikendalikan. Kenapa saya tidak memakai kata menghilangkan? Karena saya sendiri belum benar-benar bisa mengendalikan rasa malas dalam diri saya sendiri apalagi menghilangkannya, cukuplah yang dibahas di sini sesuai dengan kemampuan penulis aja :p
Makna dari Galungan itu sendiri sangat mulia, dari BM,sms,ucapan selamat sebagian besar memaknainya sebagai Kemenangan Dharma terhadap Adharma yang mungkin oleh sebagian besar teman-teman menterjemahkannya sebagai kemenangan kebenaran/kebaikan/kepahlawanan atas kesalahan/keburukan/kejahatan. Hal ini tidak salah, namun bagi saya pribadi, saya mencoba memaknainya dalam lingkup yang mungkin lebih sempit,terutama untuk diri saya sendiri,dimana kata Dharma sendiri saya maknai sebagai kewajiban. Jadi secara sempit saya maknai kemenangan Dharma ini adalah berhasilnya pelaksanaan kewajiban kita masing-masing sehari-hari. Mungkin terdengar remeh, kewajiban yang mana? Ya itu tergantung dari Varna (yang selama ini selalu dipandang sebagai Kasta) kita masing-masing. Misal : seorang Brahmana memiliki kewajiban memimpin pelaksanaan upacara. Jadi bagi saya, kemenangan Dharma bagi seorang Brahmana adalah saat dimana beliau dengan mantap mampu melaksanakan kewajibannya itu dengan sebaik-baiknya (walaupun ini mungkin terdengar agak naif dan sempit). Ambil contoh yang lebih sederhana lagi, misalnya mahasiswa, Dharma (kewajibannya) adalah belajar, jadi kemenangan Dharma dapat dia nikmati setiap hari (tidak hanya saat Galungan ) manakala dia berhasil mengendalikan malasnya untuk sekedar membaca atau melatih materi belajarnya. Mungkin terdengar remeh, tapi hal-hal yang remeh ini bila terakumulasi akan menjadi hal yang sangat penting, kemenangan-kemenangan Dharma kecil ini akan berkumpul menjadi kemenangan Dharma yang besar. Bayangkan saat tiap-tiap individu dari presiden suatu negara sampai tukang sampah benar-benar melakukan kewajibannya dengan tulus ikhlas dan sebaik-baiknya. Bagi saya itulah Dharma.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Selasa, 31 Januari 2012
Senin, 30 Januari 2012
Piket dan piket
Terakhir ngalamin yang namanya dinas malam kayanya waktu tugas di lapangan dulu. Hidup rasanya terbalik, badan tidak pernah bugar so pasti karena jam tidur yang semrawut.
Tapi kali ini berbeda, ditugaskan piket di kantor. Piket dibagi menjadi dua, yaitu piket P dimana kita ditugaskan mulai dari jam pulang kantor (pukul 17.00 sampai dengan pukul 20.00) dan piket SM dimana kita ditugaskan untuk piket selama 24 jam (07.30 sampai 07.30 hari berikutnya),dahsyat kan? Walaupun terhitung pegawai lama di sini, tapi terasa baru setelah lewat 2 tahun gak ngantor. Ada wajah-wajah kenal yang belum saya kenal, bangunan dan ruangan yang juga baru, sistem baru, kepala kantor baru dan hal-hal baru lainnya.
Mulai lagi di dunia kantor dah..
Semangat!!! *tepok2 pipi*
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Tapi kali ini berbeda, ditugaskan piket di kantor. Piket dibagi menjadi dua, yaitu piket P dimana kita ditugaskan mulai dari jam pulang kantor (pukul 17.00 sampai dengan pukul 20.00) dan piket SM dimana kita ditugaskan untuk piket selama 24 jam (07.30 sampai 07.30 hari berikutnya),dahsyat kan? Walaupun terhitung pegawai lama di sini, tapi terasa baru setelah lewat 2 tahun gak ngantor. Ada wajah-wajah kenal yang belum saya kenal, bangunan dan ruangan yang juga baru, sistem baru, kepala kantor baru dan hal-hal baru lainnya.
Mulai lagi di dunia kantor dah..
Semangat!!! *tepok2 pipi*
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
Rabu, 14 Desember 2011
Hati Stereo
Penggambaran hati yang 'unik'
Kalo saja hati bisa stereo ya..hehehehe
Video musik favorit... Setidaknya akhir tahun ini.. :)
enjoy it
Jumat, 02 Desember 2011
Nopember Dalam Suka dan Duka
![]() |
| sumber foto |
Suka dalam bulan Nopember kemarin tentunya dengan lahirnya putri kami dengan selamat walaupun harus melalui operasi pukul 07.25 WIB tanggal 21 Nopember 2011. Benar-benar suatu pengalaman yang luar biasa, kelahiran yang sangat kami nantikan. Kami semua bahagia, saya bahagia, istri bahagia, keluarga bahagia dan saya harap semua orang juga bahagia. Kelahiran ini sebagaimana awan putih dalam langit biru dalam kutipan dari Gede Prama di atas, sungguh indah dan menyejukkan.
***
Awan putih dalam langit biru kami ternyata tidak sendirian, awan hitam pasti akan menyertai baik sebelum ataupun sesudahnya bahkan bisa saja bersamaan. Tepat pada tanggal 13 Nopember 2011, 8 hari sebelum kelahiran anak kami, awan hitam itu datang, kabar mengejutkan saya terima dari Bali, di hari Minggu itu ayah mertua saya harus kembali ke pada-Nya. Sangat mengejutkan, mendadak semua terasa gelap dan berat, suram. Waktu itu kebingungan langsung menyergap pikiran ini, waktu kelahiran anak kami sudah dekat, perkiraan tanggalnya menurut dokter adalah 18 Nopember 2011, apa mungkin saya menyampaikan kabar ini kepada istri saya?
Akhirnya melalui kesepakatan kami sekeluarga, akhirnya kami menahan dahulu kabar ini pada istri saya, lingkaran informasi dijaga dulu mengingat kondisi kandungan istri, semua keluarga tidak ingin terjadi sesuatu pada janin seandainya kabar ini diketahui oleh ibunya. Apa yang dirasakan oleh seorang calon ibu pasti dirasakan oleh janin dalam kandungannya. Keluarga berencana akan memberitahukan kabar ini kepada istri minimal beberapa hari setelah bayi kami lahir. Bagaimana caranya? Kami pun belum tahu.... "Ini benar-benar awan hitam yang sangat besar dan gelap gulita, Pak Gede Prama", gumamku dalam hati.
***
Tuhan ternyata berkehendak lain, di tengah keraguan kami semua menentukan waktu dan cara untuk pemberitahuan kabar ini, Beliau ternyata sudah bertindak. Ada seorang teman masa kecil istri, yang saya tidak terlalu kenal mengirimkan pesan pendek ke istri saya, berupa ucapan belasungkawa. Turunlah hujan deras dari awan hitam kami. Saat itu cuma kata "maaf" yang bisa saya ucapkan pada istri.
Sabtu, 05 November 2011
Rocknrolla
Pernah suka satu lagu? Pasti ada cerita di belakangnya tentang kenapa kita suka lagu itu. Entah itu cerita cinta, sedih, gembira, galau atau semacamnya.Kadang lagu juga berguna sebagai pengingat, sebuah jalan untuk menghapalkan seperti yang dilakukan oleh guru Biologi saya semasa SMA, yang berhasil menggubah lagu Bintang Kecil menjadi lagu Taksonomi. Saya lupa lirik lengkapnya, tapi sayup-sayup masih inget awal-awalnya :
-lirik selanjutnya beneran udah lupa-
Lagu di atas dinyanyikan dengan nada Lagu Bintang Kecil, mat 4/4, c=do*halah*
Mungkin karena pilihan lagunya yang mungkin terlalu out of date bagi kami sehingga kurang nempel di kepala. Coba deh bapak itu dulu bikin lagu hapalan Taksonomi pake lagunya yang lagi gahol sekarang macemnyaKangen Band, Linkin Park, atau semacam Jason Mraz dan Bruno Mars. Uda kebayang dah setiap ulangan Biologi itu siswanya pada ngangguk-ngangguk dulu sebelum jawab pertanyaan. Contoh : well look at the genus just like me and then identified the species for me... (nyanyikan seperti lagu I'm Yours-nya Jason Mraz) atau Today I'd like to learn about species, I just wanna see the genus (nyanyi gaya Lazy Song) *mengkhayal mode on dah.
Ini liriknya dan kayanya bukan untuk konsumsi 17 tahun ke bawah deh :
Taksonomi... ilmu klasifikasi
Linnaeus nama penemunya...
Lagu di atas dinyanyikan dengan nada Lagu Bintang Kecil, mat 4/4, c=do*halah*
Mungkin karena pilihan lagunya yang mungkin terlalu out of date bagi kami sehingga kurang nempel di kepala. Coba deh bapak itu dulu bikin lagu hapalan Taksonomi pake lagunya yang lagi gahol sekarang macemnya
Tapi kalau untuk saya, kadang-kadang film menjadi sumber inspirasi untuk menyukai sebuah lagu. Yang lagi hot sekarang sieh gara-gara nonton Rocknrolla, sebuah film asyik besutan Guy Ritchie. Khas Guy (ini nama sutradaranya loh ya) banget dah film ini, mirip kaya Snatch yang bagi saya tidak ada karakter utamanya dan selalu ada kesalahpahaman yang menggelitik dalam alur filmnya. Dibintangi Gerrard Butler (yeahh.. ini orang yang pernah teriak-teriak di atas tebing sambil pamerin sixpack dalam 300 sebagai King Leonidas), Mark Strong (sumpah deh, tampang nie orang mirip bener sama bomber MU, Dimitar Berbatov), dan pemain lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu (alah bilang aja lupa). Filmnya sieh uda lama, sekitar tahun 2007, dan uda lebih dari 3 x saya tonton, tapi entah kenapa sekarang ngehits lagi dalam daftar putar film di laptop.
Tak lain dan tak bukan ini juga merupakan andil dari dua sohib di kampus yaitu si Nyu dan Cecep. Awalnya yang udah nonton nie film saya ama Cecep, trus iseng-iseng tawarin si Nyu ini wat nonton ne fim juga, dan ternyata selera kita sama. Mungkin bagi beberapa orang cerita dalam film ini aneh kali ya, tapi kami sepakat film ini bagus. Kegilaan makin bertambah ketika si Nyu abis nonton film ini mulai nyanyiin OST-nya di kelas, lagunya The Clash-Bankrobber, n sejak saat itu lagunya terus terngiang-ngiang di kepala saya. Lagunya kayanya uda jadul banget dan saya akui saya bukanlah fans dari The Clash. Menurut hasil googling saya, ini band alirannya punk berasal dari Inggris, namun banyak memasukkan unsur lain dalam aransemen musiknya seperti ska dan reggae. Adegan yang paling berkesan tentunya saat seorang tokoh dalam film yang bernama Johnny Quid menyanyikan lagu ini dengan gaya khasnya di depan cermin, momen yang menegangkan coz dia nyanyinya sambil teler :).Informasi terakhir yang saya baca, The Clash ini bubar pada tahun 1986, tahun kelahiran saya, mungkin ini namanya takdir (berlebihan....*_*). Sejak saat itu tiap ada kesempatan ktemu sama Nyu ato Cecep langsung dah kami kompakan nyanyiin Bankrobber ini.. ancur dah.. Liriknya gak banyak, nadanya juga khas band punk banget, tapi ada sentuhan "fly" di dalamnya (ngomong apaan sieh ne...). Maka dengan ini, secara resmi saya menyalahkan kedua kompatriot saya yaitu Nyu dan Cecep yang menyebabkan saya mendendangkan lagu ini melulu (orang yang ngeliat apalagi ngedengerin kayanya pada ill feel deh). Sebagai kalimat penjelas, ill feel di sini maksudnya ngrasa sakit, ill = sakit, feel = rasa..hahahahahahah. Mungkin ada juga yang menjadi penasaran kaya gimana sieh lagu Bankrobber itu setelah membaca postingan ini, maka dengan senang hati saya letakkan rekaman singlenya pada video di bawah ini. Enjoy.. :)
Ini liriknya dan kayanya bukan untuk konsumsi 17 tahun ke bawah deh :
my daddy was a bankrobber
but he never hurt nobody
he just loved to live that way
and he loved to steal your money
some is rich, and some is poor
that's the way the world is
but i don't believe in lying back
sayin' how bad your luck is
so we came to jazz it up
we never loved a shovel
break your back to earn your pay
an' don't forget to grovel
the old man spoke up in a bar
said i never been in prison
a lifetime serving one machine
is ten times worse than prison
imagine if all the boys in jail
could get out now together
whadda you think they'd want to say to us?
while we was being clever
someday you'll meet your rocking chair
cos that's where we're spinning
there's no point to wanna comb your hair
when it's grey and thinning
run laddy run
strike out boys, for the hills
i can find that hole in the wall
and i know that they never will
but he never hurt nobody
he just loved to live that way
and he loved to steal your money
some is rich, and some is poor
that's the way the world is
but i don't believe in lying back
sayin' how bad your luck is
so we came to jazz it up
we never loved a shovel
break your back to earn your pay
an' don't forget to grovel
the old man spoke up in a bar
said i never been in prison
a lifetime serving one machine
is ten times worse than prison
imagine if all the boys in jail
could get out now together
whadda you think they'd want to say to us?
while we was being clever
someday you'll meet your rocking chair
cos that's where we're spinning
there's no point to wanna comb your hair
when it's grey and thinning
run laddy run
strike out boys, for the hills
i can find that hole in the wall
and i know that they never will
"happy saturday guyz"
Langganan:
Postingan (Atom)
