Kamis, 29 Juli 2021

LINGKARAN YANG MAKIN MENGECIL



Pesan atau pesan grup yang masuk ke WA saya saat ini boleh dibilang terbagi dalam 3 (tiga) kluster utama, yaitu : pekerjaan, keluarga, dan lain-lain. Lain-lain yang saya maksud di sini di dalamnya termasuk berbagai pesan broadcast yang masuk, iklan atau promo, ucapan selamat hari raya, ucapan selamat hari ulang tahun, ucapan dukacita, dll. Satu hal yang membuat saya menjadi risau adalah bertambah besarnya bagian dari kluster lain-lain yaitu : ucapan duka cita dalam lalu lintas pesan WA saya. Dahulu saya sempat merasa terganggu dengan ucapan selamat ulang tahun yang banyak beredar dalam grup WA di gawai saya, tapi belakangan ini kehadiran ucapan duka cita, permintaan bantuan donor, broadcast tentang oksigen ataupun alat bantu kesehatan yang jumlahnya makin meningkat. Ini menjadi salah satu pertanda bahwa lingkaran yang makin mengecil.
Apa maksud lingkaran di sini? Yang saya maksud dengan lingkaran di sini adalah semacam lingkup imajiner yang menggambarkan orang-orang yang berada dekat dengan kita. Dahulu berita tentang orang-orang yang terdeteksi positif covid-19 terasa jauh sekali karena hanya saya monitor melalui berita-berita melalui media online, tapi sekarang kabar kondisi teman-teman maupun kerabat yang terkonfirmasi positif seperti sudah mengalir lancar begitu saja melalui kontak-kontak WA. Lingkaran yang makin mengecil menggambarkan bagaimana kondisi pandemi covid-19 yang kita hadapi saat ini semakin dekat dengan kita. 
Di salah satu keluarga yang masih terhitung masih sepupu saya bahkan telah menyebabkan dua anggota keluarga kami harus pergi mendahului. Bahkan dalam kondisi sedang tinggi-tingginya angka terkonfimasi postifi per hari saat ini, saya yang harus kehilangan sepupu dan paman saya masih mengalami kasus positif kembali di rumah yang sama. 
Saya bukan mau sok mengajari atau mencoba menjadi sosok yang vokal tentang masalah pandemi yang kita hadapi saat ini. Cuma memang setelah saya pikirkan lebih jauh lagi dengan melihat perkembangan kondisi memang seharusnya kita berusaha untuk tetap menjalankan protokol kesehatan. Saya bisa memahami bahwa itu bukanlah hal yang mudah. Apalagi di masa PPKM darurat yang dampaknya mungkin sangat terasa di pulau Jawa dan Bali (sebenarnya di seluruh pulau di Indonesia sepemikiran saya) ada kegiatan dan kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan berdiam diri di rumah sesuai anjuran pemerintah. Memang sebuah pilihan yang berat dan mungkin sangat berat bagi sebagian besar orang di Indonesia yang kehilangan kesempatan untuk memperoleh penghidupannya karena mengikuti pembatasan pergerakan ini.
Akhirnya, walaupun kita juga belum tahu, kapan kondisi pandemi ini bisa dikendalikan,saya hanya bisa mendoakan, tetap menjaga protokol kesehatan paling tidak untuk diri sendiri dan keluarga terdekat. Langkah yang harus kita ambil bersama ini memang berat. 
*Tiba-tiba saya merindukan semua broadcast ucapan selamat ulang tahun dan suka cita masuk ke WA saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar